Material Preventif

BLISA NOVERTASARI .S

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2010

BAB I

PENDAHULUAN

 

A. Latar Belakang

            Sekarang ini telah dikembangkan berbagai jenis bahan yang mengandung komponen-komponen yang dapat meremineralisasi struktur gigi. komponen tersebut dapat berupa flour, kalsium, dan fosfat, baik yang alami atau sintesis. Flour telah digunakan lebih dari 50 tahun belakangan ini sebagai bahan untuk menurunkan prevalensi karies. Supaya perlekatan lebih efektif ke permukaan email, bahan yang dipakai harus dapat membawa bahan-bahan aktif dengan konsentrasi dan penempatan yang baik ke permukaan gigi. bahan tersebut harus tidak toksik dan mudah dikeluarkan dari kavitas mulut setelah terapi selesai. Pit dan fissure pada permukaan oklusal gigi posterior lebih resisten terhadap morfologi dan permukaan struktur yang irreguler dan banyak lubang untuk penempatan makanan dan permulaan terjadinya karies. permukaan tadi dapat ditutup dengan mempergunakan bahan resin adhesif dan menutup permukaan yang halus dan tidak beretensi. Pasien dengan resiko karies yang tinggi harus dilakukan aplikasi topikal untuk mencegah karies, seperti pasta gigi, obat kumur, gel, dan varnish.

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.Bahan-bahan Kemoterapi

1. Pasta Gigi

Fungsi utama dari pasta gigi adalah untuk membersihkan permukaan gigi dan membuang partikel, plak dan debris makanan. Fungsi lain dari pasta gigi adalah sebagai pembawa bahan flourida, deterjen, bahan abrasif, dan bahan pemutih untuk meningkatkan kualitas dan estetis gigi. Komposisi dari pasta gigi terdiri dari :

  1. Colloidal binding agent, bertindak sebagai pembawa komponen aktif. Sodium alginate atau metilselulosa akan menipiskan bahan pembawa dan mencegah berpisahnya komponen didalam tabung selama penyimpanan.
  2. Humectants, berfungsi untuk menstabilkan komposisi dan mengurangi kestabilan air pada saat evaporasi, contohnya gliserin.
  3. Pengawet, berfungsi untuk menghambat pertumbuhan bakteri didalam pasta gigi.
  4. Bahan pemberi rasa, untuk memberikan rasa agar konsumen puas dan mengurangi bau mulut. Contohnya penambahan papermint, wintergreen, dan kayu manis.
  5. Bahan abrasif yang ditambahkan pada pasta untuk membuang plak, stein, dan kalkulus.
  6. Deterjen, digunakan untuk mengurangi tegangan permukaan dan mempermudah pembuangan debris dari permukaan gigi. contohnya sodium laurir sulfat.
  7. Bahan terapetik, efektif dalam pengambilan ion flour dan meningkatkan ketahanan flouroapatit terhadap demineralisasi asam pada permukaan pembentukan karies.
    1. Bahan kimia lainnya, ditambahkan untuk mengurangi korosi tabung pasta, menstabilkan viskositas, dan memberikan warna. Beberapa pasta menambahkan sejumlah kecil peroksida yang dapat menyingkirkan diskolorasi gigi dan meningkatkan estetis.

Sifat abrasif merupakan sifat yang sangat penting pada pasta gigi karena memiliki efek penghancur yang luas di dalam mulut. Bahan kimia ditambahkan pada pasta gigi untuk mencegah pembentukan kalkulus, mengurangi faktor terjadinya karies, dan pemutihan permukaan gigi. konsentrasi flouride pada pasta gigi ± 0,025% – 0,15%. Pada pasien yang mengandung resiko tinggi karies, flour-nya 0,5% – 1%. Penggunaan formula peroksidayang rendah pada pasta gigi berguna untuk memutihkan gigi dan akan efektif bila digunakan sehari-hari.

 

2. Obat Kumur

Obat kumur adalah cairan untuk menambah kebersihan kesehatan mulut secara teratur, estetis, dan nafas yang segar. Lebih efektif bila dipakai pada pagi dan malam hari setelah selesai sikat gigi. Tujuan dari obat kumur adalah untuk menghantarkan komponen aktif ke permukaan gigi atau jaringan yang lebih bersih agar menghasilkan efek perawatan yang lebih baik.

Obat kumur terdiri dari tiga komponen utama. Bahan aktif dipilih untuk keuntungan perawatan kesehatan tertentu, seperti aktivitas anti-karies, efek anti-mikroba, menghantar flour ataupun mengurangiperletakan plak. Bahan aktif tersebut dihantarkan dalam larutan air atau alkohol. Alkohol digunakan untuk menghantar beberapa bahan aktif, menambah rasa, dan bertindak sebagai pengawet yang akan memperpanjang masa penggunaan. Surfactants ditambahkan untuk membantu penyingkiran debris pada gigi dan sebagai pelarut komponen lainnya.

Bahan aktif pada obat kumur yang menghasilkan efek positif adalah klorheksidin dan flourida. Klorheksidin sangat kuat sebagai bahan anti-bakterial pada infeksi gusi seperti gingivitis dan periodontitis. Obat kumur juga memiliki efek terhadap bahan restorasi. Obat kumur dengan kandungan etanol yang tinggi dapat melunakkan permukaan bahan resin, seperti komposit resin, compomer, dan sealants. Efek pelunakkan ini yang ditunjukkan oleh peningkatan kecepatan penyerapan air, dijumpai lebih signifikan pada resin aktivasi sinar dan juga pada komposit yang diproses dilaboratorium. Pada obat kumur dapat terjadi toksik jika kadar etanolnya tinggi sehingga terjadi resiko karsinogenik apabila penggunaannya juga terlalu sering.

 

3. Flouride Varnishes

Sediaan varnish mengandung flourida sebagai tambahan untuk menghantarkan flour ke permukaan gigi yang beresiko karies. penggunaan dapat dilakukan secara topikal maupun dilakukan dibawah restorasidan sepanjang permukaan akar gigipada gigi yang senditif dengan resesi gingiva. Keuntungan dari bentuk varnish adalah waktu pemaparannya panjang karena komposisi flour yang aktif pada permukaan gigi. efek negatifnya sedikit menimbulkan  rasa pahit dan perubahan warna gigi setelah 24 jam.

 

4. Pit dan Fissure Sealant

Pit dan fissur esealant digunakan pada gigi molar yang memiliki pit dan fissure yang dalam untuk melindunginya dari karies dini. Saat ini sistem sealant dapat menggunakan resin Bis-GMA (polimerisasi secara kimia ataupun sinar), polyurethane sealant yang mengandung bahan flour anorganik, dan glass ionomer. Penggunaan bahan sealant yang mengandung flour ini adalah untuk pemeliharaan jangka panjang dimana terjadi pelepasan ion flouride yang lambat didalam mulut.

 

5. Resin Sealant

Bahan dasar yang biasa dipakai adalah bis-GMA  resin dan light-cured, walaupun beberapa produp self-cured masih tetap digunakan. Perbedaan dengan resin komposit, kalau bis-GMA sealant harus lebih cair agar mudah masuk kedalam pit dan fissure dan dilakukan prosedur etsa pada enamel untuk mendapatkan retensi sealant.

Bis-GMA merupakan campuran dari metylmethacrylate ataupun triethylene glicol dimethacrylate, untuk mencapai viscosity sealant yang rendah alternatif lain yang digunakan adalah urethane dimethacrylate. Beberapa bahannya adalah kombinasi dari 2 resin dasar.

  1. Light cured sealant : diaktifkan dengan diketon dan aliphatic amine. Sealant diletakkan di pit dan fissur degan menggunakan aplikator dan ujung sumber cahaya berjarak 1-2 mm dari permukaan dan sealant disinari selama ± 20 detik. Sealant diletakkan selapis tipis dan dalam dengan waktu penyinaran yang minimal.
  2. Self cured sealant

 

6. Glass Ionomer Sealant

            Glass ionomer sangat mudah melekat sehingga sangat sulit untuk mencapai fissur yang dalam, kurangnya penetrasi membuat susah meretansi secara mekanik ke permukaan enamel sama juga dengan bis-GMA resin, juga mudah rusak dan kurang resisten untuk pemakaian oklusal. Glass ionomer dan hybrid ionomer dapat melepaskan flouride dan digunakan untuk karies didaerah servikal dan pasien dengan resiko karies yang tinggi

Glass ionomer terdiri dari bermacam-macam powder dan liquid. Powdernya dalah ion Ieachable aluminosilicate glass dan liquidnya adalah water solution dari polimer dan kopolimer dari asam akrilik. Reaksinya lambat dan formasi silang matriks gel saat permukaan dan aluminium ion merubah kekuatan silangnya saat penempatan terakhir. Permukaan restorasi akan terlindungi dari saliva saat pengaplikasian varnish dan pengerasan dengan sinar.

7. Hybrid Ionomer

Hybrid ionomer digunakan untuk restorasi dengan daya tekan rendah dan direkomendasikan untuk pasien dengan resiko karies yang tinggi. Restorasi ini lebih estetis dibandingkan dengan glass ionomer karena kandungan resinnya. Powder dari hybrid ionomer sama dengan glass ionomer. Liquidnya mengandung monomer, polyacid dan air.

Hybrid ionomer berikatan pada permukaan gigi tanpa menggunakan dentin bonding agent. Kekuatan transversal hybrid ionomer hampir dua kali lipat dari glass ionomer yang biasa. Hybrid ionomer melepaskan flouride lebih banyak dari compomer dan resin komposit, tetapi hampir sama dengan glass ionomer.

Pemanipulasiannya sama dengan pemanipulasian standard glassionomer. Pencampuran secara mekanik dari unit-dose kapsul menyediakan campuran komponen yang jauh lebih sedikit melalui celah udara yang dapat dengan spatula tangan. Ratio optimal bubuk/liquid sangat penting untuk pemeliharaan jangka panjang sifat fisik dan keberhasilan restorasi klinik. Restorasi ionomer kaca seperti ionomer hybrid segera mengeras ketika dikeraskan dengan sinar.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

  1. Syafiar L, Rusfian, Sumadhi S, Yudhit A, Harahap KI, Adiana ID. Bahan Ajar Ilmu Material dan Teknologi Kedokteran gigi. 1st ed, Medan. USU Press, 2011: 246-53.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s