Oklusi Gigi Desidui dan Bercampur

BLISA NOVERTASARI .S

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A. Latar Belakang

            Pada manusia terdapat 20 gigi desidui dan 32 gigi permanen yang berkembang dari interaksi sel epitel rongga mulut dan sel bawah mesenkim. Setiap gigi berbeda-beda secara anatomi, tapi dasar proses pertumbuhannya sama pada semua gigi. Setiap gigi tumbuh berturut-turut mulai dari tahap bud, cup, dan tahap bell. Pada tahap bell dibentuk enamel dan dentin. Mahkota terbentuk dan termineralisasi, akar gigi mulai terbentuk juga. Setelah kalsifikasi akar, jaringan pendukung gigi, sementum, ligamentum periodontal, serta tulang

alveolar tumbuh. Pertumbuhan ini terjadi pada gigi insisivus dengan akar satu, premolar dengan beberapa akar atau molar dengan akar multipel. Kemudian mahkota gigi komplit erupsi ke rongga mulut.1

Secara teoritis, oklusi didefinisikan sebagai kontak antara gigi-geligi yang saling berhadapan secara langsung (tanpa perantara) dalam suatu hubungan biologis yang dinamis antara semua komponen sistem stomato-gnatik terhadap permukaan gigi-geligi yang berkontak.

Oklusi adalah perubahan hubungan permukaan gigi geligi pada Maksila dan mandibula, yang terjadi selama pergerakan Mandibula dan berakhir dengan kontak penuh dari gigi geligi pada kedua rahang. Oklusi terjadi karena adanya interaksi antara Dental system, Skeletal systemdan iluscular system. Oklusi gigi geligi bukanlah merupakan keadaan yang statis selama mandibula bergerak, sehingga ada bermacam-macam bentuk oklusi, misalnya : centrik, excentrik, habitual, supra-infra, mesial, distal,lingual dsb.2

Dikenal dua macam istilah oklusi yaitu :2

  • Oklusi ideal : Adalah merupakan suatu konsep teoritis oklusi yang sukar atau bahkan tidak mungkin terjadi pada manusia.
  • Oklusi normal : Adalah suatu hubungan yang dapat diterima oleh gigi geligi pada rahang yang sama dan rahang yang berlawanan, apabila gigi –geligi dikontakkan dan condylus berada dalam fossa glenoidea.

Ada dua tahap perkembangan gigi geligi manusia, yaitu:

  • Perkembangan gigi geligi susu
  • Perkembangan gigi geligi permanen

BAB II

PEMBAHASAN

 

A. Gigi Geligi Desidui

Perkembangan Gigi Geligi Desidui

Seluruh gigi geligi susu akan lengkap erupsi pada anak berumur lebih kurang 2,5 tahun. Pada periode ini lengkung gigi pada umumnya berbentuk oval dengan gigitan dalam (Deep bite ) pada overbite dan overjet dan dijumpai adanya “ generalized interdental spacing (celah –celah diantara gigi- geligi). Hal ini terjadi karena adanya pertumbuhan tulang rahang kearah transversal untuk mempersiapkan tempat gigi –gigi permanen yang kan tumbuh celah yang terdapat  dimenssial cainus atas dan disebelah distal caninus bawah disebut     “primate space “ . Primate space ini diperlukan pada “ early mesial shift “. Adanya celah –celah ini memberi kemungkinan gigi-gigi permanen yang akan erupsi mempunyai cukup tempat, sebaiknya bila tidak ada memberi indikasi kemungkinan terjadi gigi berjejal (crowding).3

Hubungan molar kedua dalam arah sagital dapat  :3

  1. Berakhir pada satu garis terminal (flush terminal plane), yang merupakan garis vertikal disebelah distal molar kedua.
  2. Molar kedua mandibula letaknya lebih kedistal dari molar kedua maksila  (distal step).
  3. Molar kedua mandibula lebih kearah mesial molar kedua maksila (mesial step).

 

Hubungan Antara Gigi-gigi Susu Atas dan Bawah Waktu Oklusi

Setiap gigi beroklusi dengan 2 gigi dari rahang lawannya kecuali gigi insisivus central bawah dan molar 2 atas (sama dengan gigi tetap). Gigi-gigi desidui mempunyai alignment dan oklusi yang normal segera setelah umur 2 tahun, dengan akar-akar gigi terbentuk seluruhnya pada anak usia 3 tahun.4

Jika gigi-gigi desidui dalam alignment yang baik, oklusinya hampir mendekati effisiensi dan gigi-gigi berada dalam posisi asli. Oklusi ditunjang dan lebih efisien dengan erupsi dan oklusi dari gigi M1 tetap pada bagian distal dan dari M2 desidui. Pada saat ini umur anak 6 tahun dan ia akan menggunakan gigi-gigi desiduinya untuk 6 tahun kemudian lagi.4

 

Oklusi Normal Dari Gigi-gigi Desidui Pada Usia 3 tahun4

  1. Permukaan mesial gigi insisivus sentral atas dan bawah satu garis satu sama lain dengan garis median
  2. Gigi insisivus sentral atas beroklusi dengan gigi insisivus sentral bawah dan segitiga mesial mesio-distal dari gigi insisivus lateral bawah
  3. Gigi anterior bawah berkontak dengan gigi-gigi anterior atas pada bagian palatal di atas perbatasan edge insisal
  4. Insisivus lateral atas beroklusi dengan bagian dua pertiga distal meso-distal dari gigi insisivus lateral bawah dan slope mesial dari gigi c bawah
  5. Gigi c atas beroklusi dengan slope distal c bawah dan bagian sepertiga mesial  mesio-distal gigi M1 bawah
  6. Gigi M1 atas beroklusi dengan bagian dua-pertiga distal mesio-distal M1 bawah dan bagian mesial M2 bawah yaitu bagian mesial marginal ridge dan mesial triangular fosa
  7. Gigi M2 atas beroklusi dengan gigi M2 bawah dengan permukaan distal dari M2 atas diproyeksikan dengan perlahan-lahan pada bagian distal dari M2 bawah.

 

Fungsi Gigi Desidui4

  1. Untuk memberi jalan dalam penggantian gigi tetap yaitu proses yang berjalan pada usia 7-9 tahun. 1-2 tahun setelah akar terbentuk sempurna dan foramen apikal telah dibentuk, resorpsi akar dimulai dari apeks akar kejurusan korona.
  2. Untuk memberi kesejahteraan dan kesenangan pada masa perkembangan fisik dari penderita usia muda. Oleh karena itu, kehilangan gigi desidui tidak pada waktunya harus dihindarkan
  3. Untuk mempertahankan oklusi dan alignment yang baik dalam lengkung gigi.

 

B. Gigi Geligi Permanen

Foster ( 1982 ) membagi dalam tiga tahap perkembangan :

  1. Tahap erupsi molar pertama dan incisivi permanen.

Tahap 1 ( terjadi pada umur antara 6 – 8 tahun )

Terjadi penggantian gigi inncisivi dan penambahan molar pertama permanen . Pada umur 6,5 tahun ketika incisivus sentral atas erupsi akan terlihat space pada garis median prosesus alveolaris sehingga dapat menyebabkan kesalahan diagnosis sebagai suatu keadaan frenulum yang abnormal, keadaan ini disebut dengan istilah “ Ugly duckling stage “. Kadang –kadang incisivi permanen terlihat croding pada saat erupsi dan incisive Lateral berhimpitan ( overlap ) dengan gigi caninus susu. Keadaan ini bisa diatasi bila terdapat leeway space. Leeway space adalah perbedaan ruangan antara lebar mesiodistal gigi caninus, molar pertama dan kedua susu dengan caninus premolar pertama dan kedua permanen.2

Hubungan distal molar kedua susu atas dan bawah mempengaruhi hubungan molar pertama permanen, molar pertama permanen penting peranannya pada tinggi vertikal rahang selama periode penggantian gigi susu menjadi gigi permanen . Pada umur 8 tahun incisivi dan molar pertama permanen telah erupsi. Apabila incivisi atas lebih dulu erupsi dari yang bawah, dapat menyebabkan terjadinya  gigitan dalam ( deep overbite ).  Dengan adanya pertumbuhan gigitan dalam yang terjadi dapat terkoreksi dengan occlusal adjustment yang terjadi kemudian.2

  1. Tahap erupsi caninus, premolar dan molar kedua.

Tahap 2 ( terjadi pada umur antara 10 – 13 tahun )

Pada tahap ini bila molar susu bawah  sudah diganti oleh premolar permanen, sedangkan molar susu atas belum, maka akan terdapat penambahan besar overbite dan bila sebaiknya maka kontak gigi terlihat edge.2

  1. Tahap erupsi molar ketiga.

Tahap 3 ( tahap erupsinya molar ketiga )

 

Susunan Gigi Geligi Permanen dan Oklusi

Perbincangan mengenai susunan gigi geligi dan oklusi berhubungan erat dengan tingkat pertumbuhan, pada waktu dimana sudah ada bidang oklusi dan pertumbuhan umum sudah hampir selesai, dan tulang muka mencapai tingkat maksimal dalam pertumbuhannya, pada waktu ini umur kira-kira 20-25 tahun.4

Sebelum saat ini susunan gigi geligi, hubungan oklusi, tinggi bidang oklusi dalam hubungan dengan tinggi intermaksilla selalu berubah. Hubungannya berbeda-beda tergantung pada:

  1. Pertumbuhan dan erupsi gigi geligi
  2. Pertumbuhan tulang kranial, tulang muka dan tulang rahang
  3. Pertumbuhan otot-otot pengunyahan dan otot-otot muka

Sesudah ada bidang oklusi, perubahan-perubahan masih terus terjadi, yang dalam keadaan normal dipengaruhi oleh fungsinya, jadi perubahan-perubahan ini bukan hanya perubahan karena pertumbuhan4

Tiap-tiap gigi berkontak dengan gigi sebelahnya pada bagian aproksimal, dan pada titik kontak yang terletak pada batas bagian 1/3 insisal/oklusal dan tengah dari panjang korona. Begitu ada kontak dengan gigi antagonist daerah-daerah kunyah mulai menjadi aus, sebagai hasil dari daya kunyah. Lebih besar daerah yang menjadi aus, lebih dekat daerah kontak pada permukaan insisal/oklusal gigi-geligi depan/belakang. Oklusi dapat dikatakan sebagai hubungan antara daerah kunyah dari gigi geligi atas dan bawah. Hubungan ini kompleks.4

 

C. Periode Pertumbuhan Gigi Manusia


  1. 1.      Periode Gigi Desidui

Gigi susu adalah gigi yang pertama kali tumbuh pada masa bayi, sering juga disebut gigi sulung, gigi sementara,atau gigi desidui. Penamaan gigi susu diberikan karena gigi berwarna putih seperti susu. Gigi ini berjumlah 20 buah dengan jenis gigi seri,taring dan geraham.5  Gigi susu berjumlah 20 buah dan mulai tumbuh pada umur 6 -9 bulan dan lengkap pada umur 2 – 2,5 tahun. Gigi susu terdiri dari 5 gigi pada setiap daerah rahang masing – masing adalah : 2 gigi seri (incicivus),1 gigi taring.6

  1. 2.      Periode Gigi Campuran

Periode gigi bercampur adalah periode saat gigi susu yang sudah waktunya tanggal digantikan oleh gigi permanen atau gigi dewasa. Kebanyakan kasus maloklusi atau hubungan rahang atas dan bawah yang tidak ideal, disebabkan kerusakan gigi di periode ini.6

Pada anak-anak terdapat ruang/space antar gigi yang besar (jarang-jarang) yang disebut dengan istilah ugly duckling stage pada periode ini. Ruangan ini semakin lama akan semakin kecil dan normalnya akan terisi oleh gigi-gigi permanen yang tumbuh.6

Dua aspek penting pada periode gigi – geligi bercampur adalah :2

ü  Penggunaan dental arch perimeter.

ü  Penyesuaian perubahan oklusi yang terjadi selama pergantian gigi.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam usaha mencegah terjadinya maloklusi pada periode gigi bercampur:

  • Pola erupsi gigi sulung yang abnormal
  • Persisten sisa akar gigi sulung
  • Gigi supernumerary
  • Gigi sulung ankylosis
  • Crype tulang yang tidak tererabsorpsi
  • Jaringan lunak yang menghalangi
  • Tambalan gigi sulung yang berlebihan

 

  1. 3.      Periode Gigi Dewasa

Gigi permanen berjumlah 28 – 32. Pada tiap kuadran terdiri dari 2 gigi seri, 1 gigi taring, 2 gigi premolar, dan 3 gigi molar pada setiap daerah rahang. Gigi permanen menggantikan gigi susu. Antara umur 6 – 14 tahun 20 gigi susu diganti gigi permanen. Gigi molar 1 dan 2 mulai erupsi pada umur 6 – 12 tahun sedangkan gigi molar 3 mulai erupsi pada umur 17 – 21 tahun.6

Gigi- geligi tetap yang adan dibagi atas dua kelompok :

  • Successional Teeth, gigi permanen yang menggantikan gigi susu.
  • Accesssional Teeth, gigi tetap yang erupsi diposterior dari gigi susu.

 

D. Penyesuaian Oklusi (Occusal adjustment)

Menurut Salzmann  ( 1966 ) terdapat 3 mekanisme yang berbeda pada penyesuaian oklusi normal gigi susu keperiode gigi bercampur sampai tercapai stabilisasi pada periode gigi permanen :2

  • Jika bidang vertikal dari permukaan distal molar kedua susu atas terletak distal molar kedua susu bawah maka molar prtama permanen akan menempati sesuai dengan oklusi pada gigi susu.
  • Jika terdapat primate space dan bidang  vertikal molar kedua susu segaris, maka terjadi oklusi normal pada molar pertama permanen, karena adanya pergeseran  molar susu kemesial sehingga ruangan tersebut tertutup.
  • Jika bidang vertikal sama dan molar pertama permanen hubungannya cusp, maka oklusi normal terjadi karena adanya pergeseran kemesial yang terjadi kemudian setelah molar kedua susu tanggal.

Periode diantara periode gigi susu dan gigi –gigi permanen disebut periode gigi –gigi bercampur.  Menurut Moyers ( 1974 ) adalah merupakan periode dimana gigi susu dan permanen berada bersama-sama didalam mulut.2

 

Ada 2 macam oklusi, yaitu:4

  1. Oklusi sentris, ialah hubungan kontak maksimal dari gigi rahang atas dan rahang bawah waktu mandibula dalam keadaan relasi sentris. Relasi sentris adalah hubungan mandibula dengan maksila, dimana kedua kepala sendi (kapituli) berada dalam keadaan paling dorsal dalam cekungan sendi (glenoid fossa) tanpa mengurangi kebebasannya untuk bergerak ke lateral.
  2. Oklusi aktif, ialah hubungan kontak antara gigi gigi di rahang atas dan di rahang bawah dimana gigi-gigi rahang bawah mengadakan gerakan/geseran ke depan, ke belakang, ke kiri, dan ke kanan/gerakan lateral.

Syarat-syarat oklusi sentris :4

  1. Gigi atas dan bawah dalam hubungan kontak maksimal dan tak bekerja.
  2. Bibir menekan satu sama lain.
  3. Ujung lidah pada sepertiga insisal dan tengah dari gigi-gigi insisivus atas dan bawah.
  4. Otot-otot kunyah dalam keadaan kontraksi
  5. Ekspresi/tarikan muka harus kelihatan normal.

 

E. Maloklusi

Maloklusi adalah setiap keadan yang menyimpang dari oklusi normal, maloklusi juga diartikan sebagai suatu kelainan susunan gigi geligi atas dan bawah yang berhubungan dengan bentuk rongga mulut serta fungsi.7

Maloklusi dapat timbul kaena faktor keturunan dimana ada ketidaksesuaian besar rahang dengan besar gigi-gigi di dalam mulut. Misalnya, ukuran rahang mengikuti garis keturunan Ibu, dimana rahang berukuran kecil, sedangkan ukuran gigi mengikuti garis keturunan bapak yang giginya lebar-lebar. Gigi-gigi tersebut tidak cukup letaknya di dlaam lengkung gigi. Kekurangan gizi juga dapat menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan tulang rahang terganggu. Macam-macam Maloklusi dibagi 3:7

  1. Maloklusi tipe dental, terjadi jika perkembangan rahang atas dan rahang bawah terhadap tulang kepala normal, tapi gigi-giginya mengalami penyimpangan
  2. Maloklusi tipe skeletal, terjadi karena hubungan rahang atas dan rahang bawah terhadap tulang kepala tidak harmonis, karena ada gangguan pertumbuhan dan perkembangan rahang
  3. Maloklusi fungsional, terjadi karena adanya kelainan otot-otot, sehingga timbul gangguan saat dipakai untuk mengunyah

 

BAB III

PENUTUP

 

A. Kesimpulan dan Saran

Oklusi adalah perubahan hubungan permukaan gigi geligi pada Maksila dan mandibula, yang terjadi selama pergerakan Mandibula dan berakhir dengan kontak penuh dari gigi geligi pada kedua rahang. Ada 2 istilah oklusi, yaitu oklusi ideal, dan oklusi normal. Gigi-gigi desidui mempunyai alignment dan oklusi yang normal segera setelah umur 2 tahun, dengan akar-akar gigi terbentuk seluruhnya pada anak usia 3 tahun. Gigi desidui memiliki fungsi penting sebagai penunjuk jalan gigi permanen yang akan tumbuh, dimana gigi permanen tersebut berada dibawah gigi desidui.

Periode perkembangan gigi manusia adalah:

  1. Periode gigi desidui
  2. Periode gigi campuran
  3. Periode gigi permanen

Posisi oklusi gigi-geligi berperan besar dalam keadaan fisiologis. Selain factor fisiologis, kenyamanan merupakan factor penting lain yang menyebabkan oklusi gigi-geligi perlu diperhatikan secara tepat dan akurat. Suatu gigi yang hilang harus segera diganti dengan gigi tiruan agar tidak mengganggu fungsi oklusi. Pada hakikatnya penggantian gigi tiruan berfungsi untuk pengunyahan, pengucapan, estetis, menjaga kesehatan jaringan, serta mencegah kerusakan lebih lanjut dari struktur organ rongga mulut. Untuk menunjang fungsi-fungsi diatas diperlukan keseimbangan dan keharmonisan antara komponen system pengunyahan, baik gigi-geligi, otot dan sendi temporomandibular yang semuanya berfungsi dengan baik.

Posisi dan oklusi gigi berperan penting dalam mengunyah dan menelan. Oklusi dapat diartikan sebagai kontak anatara gigi-geligi secara langsung yang saling berantagonis dari satu rangkaian gerakan mandibula.

Maloklusi adalah setiap keadan yang menyimpang dari oklusi normal, maloklusi juga diartikan sebagai suatu kelainan susunan gigi geligi atas dan bawah yang berhubungan dengan bentuk rongga mulut serta fungsi.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

  1. Nasution MI. Morfologi Gigi Desidui dan Permanen. Medan, USU Press: 2008
  2. Soeyoto, Wiyono A, Nindyo A. Gigi dan Mulut. <http://rssm.iwarp.com/gigi.html&gt;.  (7 Oktober 2011)
  3. Lawalangy. Perkembangan Oklusi. <http://lawalangy.wordpress.com/ 2007/04/20/ perkembangan-oklusi/>. (7 Oktober 2011)
  4. Harshanur IW. Anatomi Gigi . 2nd ed. Jakarta: EGC. 1992: 26, 248-256.
  5. Harahap V. Periode pertumbuhan Gigi. <http://vinaharahap.blogspot.com/ 2011/07/ gigi-susu-normal-bayi-ang-baru-lahir.html>. (7 oktober 2011)
  6. Ariotejo B. Anantomi dan Morfologi Gigi Manusia. <http://bimaariotejo. wordpress.com/category/referat/referat-forensik/>. (7 Oktober 2011)
  7. Dentisha. Maloklusi. <http://luv2dentisha.wordpress.com/2010/05/08/maloklusi/>. (7 Oktober 2011)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s