Sistem Kardiovaskuler

BLISA NOVERTASARI .S

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2010

 

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Hanya dalam beberapa hari setelah konsepsi sampai kematian, jantung terus-menerus berdetak. Pada kenyataannya pada rentang usia manusia rata-rata, jantung berkontraksi sekitar tiga milyar kali tanpa berhenti. Kecuali sepersekian detik diantara denyutan. Dalam sekitar tiga minggu detelah pembuahan, bahkan sebelum ibu dapat memastikan bahwa ia hamil, jantung mudigah yang sedang berkembang sudah mulai berfungsi. Diyakini bahwa jantung adalah organ pertama yang berfungsi. Jantung berkembang sedemikian dini dan sangat penting seumur hidup karena sistem sirkulasi adalah sistem transportasi tubuh. Mudigah manusia, dengan memiliki yolk yang sangat sedikit ntuk persediaan makanan, tergantung pada pembentukan sistem sirkulasi yang dapat berinteraksi dengan sirkulasi ibu untuk menyerap dan membagikan nutrien yang sangat penting untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan ke jaringan yang sedang berkembang. Itulah awal kisah mengenai sistem sitkulasi, yang seumur hidup terus berfungsi sebagai saluran vital untuk mengangkut bahan-bahan yang mutlak dibutuhkan oleh sel tubuh. Sistem sirkulasi terdiri atas tiga komponen dasar:

1.      Jantung berfungsi sebagai pompa yang melakukan tekanan terhadap darah untuk menimbulkan gradien tekanan yang diperlukan agar darah dapat mengalir ke jaringan.

2.      Pembuluh darah berfungsi sebagai saluran untuk mengarahkan dan mendistribusikan darah dari jantung ke semua bagian tubuh dan kemudian mengembalikannya ke jantung.

Darah berfungsi sebagai medium transportasi tempat bahan-bahan yang akan disalurkan dilarutkan atau diendapkan.

 

BAB II

PEMBAHASAN

A. Tekanan Darah

Tekanan darah yaitu tekanan yang dialami darah pada pembuluh arteri ketika darah di pompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh manusia. Tekanan darah dibuat dengan mengambil dua ukuran dan biasanya terdapat dua angka yang akan disebut oleh dokter. Misalnya dokter menyebut 140-90, maka artinya adalah 140/90 mmHg. Angka pertama (140) menunjukkan tekanan ke atas pembuluh arteri akibat denyutan jantung atau pada saat jantung berdenyut atau berdetak, dan disebut tekanan sistolik atau sering disebut tekanan atas. Angka kedua (90) menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat di antara pemompaan, dan disebut tekanan diastolik atau sering juga disebut tekanan bawah.1

Tekanan darah merujuk kepada tekanan yang dialami darah pada pembuluh arteri darah ketika darah di pompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh manusia. Tekanan darah dibuat dengan mengambil dua ukuran dan biasanya diukur seperti berikut – 120 /80 mmHg. Nomor atas (120) menunjukkan tekanan ke atas pembuluh arteri akibat denyutan jantung, dan disebut tekanan sistole. Nomor bawah (80) menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat di antara pemompaan, dan disebut tekanan diastole. Saat yang paling baik untuk mengukur tekanan darah adalah saat Anda istirahat dan dalam keadaan duduk atau berbaring.

Tekanan darah dalam kehidupan seseorang bervariasi secara alami. Bayi dan anak-anak secara normal memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah daripada dewasa. Tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik, dimana akan lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas dan lebih rendah ketika beristirahat. Tekanan darah dalam satu hari juga berbeda; paling tinggi di waktu pagi hari dan paling rendah pada saat tidur malam hari.2

Alat untuk mengukur tekanan darah adalah sphygmomanometer. Alat ini memiliki prinsip kerja, yaitu pada sistem penggabungan dengan manset pnumatik melingkarkan diatas lengan tepatnya di atas sikut tangan lalu pompa pada bola tensi pastikan katup buang tertutup. perhatikan pergerakan air raksa akan bergerak naik. sistem ini telah menunujukan pengukuran tekanan gauge seperti pergerakan air raksa menujukan skala tertinggi. Sedang kan manset dipompa dengan tekanan lebih besar dari tekanan darah dalam pembuluh darah yang berhubungan dengan lengan. Tekanan ini akan melemahkan arteri dan meghentikan aliran darah ke lengan. Tekanan dalam manset perlahan – lahan akan menurun apabila membuka katub buang. aliran udara yang telah di pompa/ bola tensi,suatu angka akan di peroleh saat tekan manset dan tekanan tertinggi ( tekanapembuluh darah Systolic) adalah sama.

Faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan darah adalah :

1.      Curah jantung

Tekanan darah berbanding lurus dengan curah jantung (ditentukan berdasarkan isi sekuncup dan frekuensi jantungnya).

2.      Tekanan Perifer terhadap tekanan darah

Tekanan darah berbanding terbalik dengan tahanan dalam pembuluh. Tahanan perifer memiliki beberapa faktor penentu :

  • Viskositas darah

Semakin banyak kandungan protein dan sel darah dalam plasma, semakin besar tahanan terhadap aliran darah. Peningkatan hematokrit menyebabkan peningkatan viskositas : pada anemia, kandungan hematokrit dan viskositas berkurang.

  • Panjang pembuluh

Semakin panjang pembuluh, semakin besar tahanan terhadap aliran darah.

  • Radius pembuluh

Tahanan perifer berbanding terbalik dengan radius pembuluh sampai pangkat keempatnya.

–       Jika radius pembuluh digandakan seperti yang terjadi pada fase dilatasi, maka aliran darah akan meningkat enambelas kali lipat. Tekanan darah akan turun.

–       Jika radius pembuluh dibagi dua, seperti yang terjadi pada vasokontriksi, maka tahahan terhadap aliran akan meningkatenambelas kalip lipat dan tekanan darah akan naik.

  • Karena panjang pembuluh dan viskositas darah secara normal konstan, maka perubahan dalam tekanan darah didapat adri perubahan radius pembuluh darah.3

Dari sudut pandang fisika, faktor yang mempengaruhi tekanan darah, yaitu:

1.      Osmolaritas : makin tinggi osmolaritas, makin tinggi BP. Osmolaritas paling dipengaruhi oleh kadar Na

2.      Volume : makin rendah volume, makin tinggi osmolaritas, maka makin tinggi tekanan darah.

3.      Tahanan perifer (dipengaruhi oleh luas penampang pembuluh darah) : makin tinggi tahanan perifer, makin tinggi tekanan darah.

4.      Volume sekuncup (stroke volume) :  makin tinggi stroke volume, makin tinggi tekanan darah.

Dari sudut pandang biokimia, faktor yang mempengaruhi tekanan darah, yaitu :

1.      Kadar hormon renin-angiotensin-aldosteron

2.      Hormon adrenalin dan noradrenalin

3.      Sistem saraf simpatik dan parasimpatik

4.      Penyebab perbedaan dengan orang lain, seperti genetik, pola diet, kualitas pembuluh darah, adanya penyakit lain (hiperlipidemia, diabetes, gagal ginjal, dsb), faktor psikologis, obat-obat yang sedang dipakai, dan sebagainya.4

B. Jantung Sebagai  Pompa

Jantung adalah sebuah organ berfungsi sebagai dua pompa yang terpisah. Terdapat 4 ruang, yaitu atrium kanan, atrium kiri, ventrikel kanan, dan ventrikel kiri, serta melibatkan pembuluh-pembuluh darah untuk mengalirkan darah. Pembuluh darah yang mengembalikan darah dari jaringan ke atria adalah vena, dan pembuluh darah yang mengangkut darah menjauhi ventrikel menuju ke jaringan adalah arteri. Darah yang kembali dari sirkulasi sistemik masuk ke atrium kanan melalui vena kava. Darah yang masuk ke atrium kanan kembali ke jaringan tubuh, telah diambil O2-nya dan ditambahi dengan CO2. Darah yang mengalami deoksigenasi parsial tersebut mengalir dari atrium kanan ke ventrikel kanan, yang memompanya keluar melalui arteri pulmonalis ke paru-paru. Dengan demikian, sisi kanan jantung memompa darah ke dalam sirkulasi paru. Di dalam paru, darah tersebut kehilangan CO2 ekstranya dan menyerap O2 segar sebelum dikembalikan ke atrium kiri melalui vena pulmonalis.darah kaya oksigen yang kembali ke atrium kiri ini kemudian mengalir kembali ke dalam ventrikel kiri, memompa dan mendorong darah ke semua sistem tubuh, kecuali paru. Jadi, sisi kiri jantung memompa darah ke dalam sirkulasi sistemik. Arteri besar yang membawa darah menjauhi ventrikel kiri adalah aorta.

Kedua sisi jantung secara simultan memompa darah dalam jumlah yang sama. Volume darah beroksigen rendah yang dipompa ke paru oleh sisi kanan jantungsegera memiliki volume yang sama dengan daerah beroksigen tinggi yang dipompa ke jaringan oleh sisi kiri jantung. Sirkulasi paru adalah sistem yang memiliki tekanan dan resistensi yang rendah, sedangkan sirkulasi sistemik adalah sistem dengan tekanan dan resistensi yang tinggi.oleh karena itu, walaupun sisi kiri dan kanan jantung memompa darah dalam jumlah yang sama, sisi kiri melakukan kerja yang lebih besar karena ia memompa volume darah yang sama ke dalam sistem dengan resistensi tinggi. Dengan demikian otot jantung di sisi kiri jauh lebih tebal dari pada otot jantung disebelah kanan, sehingga sisi kiri adalah pompa yang lebih kuat.5

Peranan jantung sebagai pompa dapat diklasifikasikan menjadi 5 fase, yaitu :

1.      Diastol akhir à katub mitral dan trikuspid antara atrium dan ventrikel terbuka, dan katup aorta dan pulmonalis tertutup. Darah mengalir ke dalam jantung selama diatol, mengisi atrium dan ventrikel.

2.      Sistol atrium à kontraksi atrium ikut mendorong darah ke dalam ventrikel, tetapi sekitar 70 % pengisian ventrikel terjadi secara pasif selama diastol.

3.      Kontraksi ventrikel isovolumetrik à pada permulaan sistol ventrikel, katup mitra dan trikuspid menutup. Selama kontraksi isovolumetrik berlangsung, katup mitral dan trikuspid menonjol ke dalam atrium dan menyebabkan peningkatan tajam tekanan atrium.

4.      Ejeksi ventrikel à dimulai saat katup aorta dan arteri pulmonalis terbuka. Awalnya berlangsung cepat, dan kemudian melambat seiring dengan berlanjutnya sistol. Tekanan intraventrikel meningkat sampai maksimum dan kemudian menurun sebelum sistol ventrikel berakhir. Pada akhir sistol, tekanan aorta sebenarnya melebihi tekanan ventrikel, tetapi untuk jangka waktu yang singkat, momentum tetap mendorong darah. Katup mitral dan trikuspid tertarik kebawah oleh kontraksi otot ventrikel, dan tekanan atrium menurun.

5.      Relaksasi ventrikel isovolumetrik à saat katup aorta dan arteri pulmonalis menutup ketika fase protodiastol, tekanan akan terus turun dengan cepat. Relaksasi isovolumetrik berakhir saat tekanan ventrikel menurun dibawah tekanan atrium, dan karup mitra dan trikuspid membuka sehingga ventrikel dapat terisi. Tekanan atrium tetap meningkat setelah akhir sistol ventrikel sampai katup mtral dan trikuspid membuka, dan kemudian menurun serta kembali meningkat perlahan sampai sistol atrium berikutnya.

 

C. Pembuluh Darah

Ada beberapa jenis pembuluh darah, yaitu :

1.      Aorta à pembuluh arteri terbesar yang bersumber dari ventrikel kiri jantung dan membawa darah yang beroksigen kepada semua bagian tubuh dalam peredaran darah sistemik.

2.      Arteri à membawa darah dari jantung & mendistribusikan ke bagian tubuh lain. Mempunyai dinding yang tebal dan lebih kuat dari vena. Mempunyai 3 jenis yaitu:

  • arteri elastic, merupakan arteri terbesar, memiliki dinding yg terdiri dari serat elastik yang menghilangkan tekanan & mengurangi kecepatan aliran darah. Termasuk aorta dan arteri pulmonalis.
  • arteri muskularis, merupakan arteri yang berukuran medium, memiliki dinding yang terdiri dari otot polos, dan dkontrol oleh sistem saraf otonom.
  • Arteriol, merupakan arteri yang terkecil. Memiliki lumen yan relatif sempit & dinding otot yang tebal. Tekanannya terutama diatur oleh derajat tonus otot polos pada dindingnya.

3.      Kapiler à terdiri dari jaringan anastomosis yang disebut selimut kapiler. Disribusi ke seluruh tubuh & bersentuhan langsung dengan sel jaringan. Menghubungkan arteriol dengan venula. Tempat pertukaran, difusi melintasi dinding endothel arteriol ke ruang jaringan, dari jaringan ke darah melalui dinding venula. Tidak dijumpai ada cornea, epidermis, dan cartilago hyalin.

4.      Venula à merupakan pembuluh darah vena yang terkecil

5.      Vena à pembuluh darah yang mengembalikan darah ke jantung. Memiliki dinding yang lebih tipis dari arteri. Membawa darah venosa berwarna kehitaman kecuali vena pulmonalis. Mempunyai klep / valvula. Berdampingan erat dengan arteri sebagai satu pasang atau lebih (vena komitans).

 

Suatu pembuluh darah dapat memperbesar diameter pembuluh darahnya, dan bisa juga memperkecil diameter pembuluh darahnya. Pada pembuluh darah terdapat resistensi yang bergantung pada diameter pembuluh darah.

Faktor yang mempengaruhi resistensi :

  1. Vascular resistance (pengaruh terbesar)

–        pergeseran antara darah dan dinding pembuluh

–        Berhubungan dengan diameter pembuluh darah (dan panjang)

–        Arah arteriol (dan kapiler) membangkitkan resistensi vaskular terbesar.

Vasokontriksi : kontraksi untuk mengurangi diameter

Vasodilatasi : relaksasi untuk memperbesar diameter.

2.      Viskositas

–        Semakin tebal cairan, maka semakin tebal resistensi yang dihasilkan.

–        Darah lebih tebal dari air sehingga memiliki resistensi lebih tinggi.

–        Viskositas pada seluruh darah tergantung pada haematokrit.

–        Anemia dapat mengurangi kekentalan darah.

–        Polycythemia meningkatkan haematokrit, viskositas, dan resistensi.

  1. Turbulensi

–        Aliran darah lebih cepat ditengah, paling lambat di dekat dinding pembuluh.

–        Turbulensi juga berhubungan dengan diameter pembuluh darah darah dan viskositasnya.

–        Aliran turbulensi yang lebih tinggi meningkatkan resistensi.

–        Turbulensi juga berhubungan dengan diameter pembuluh darah dan viskositasnya.

 

Anatomi pembuluh darah yang menuju dan dari wajah/rahang terdiri atas :

1.      Nadi karotis dalam, yaitu nadi yang menembus dasar tengkorak dan memberikan makanan kepada otak dan mata.

2.      Nadi karotis luar, bercabang menjadi:

  • nadi gondok atas, adalah nadi yang mengantar darah kepada kelenjar gondok dan kepada pangkal tenggorok.
  • nadi lidah, adalah nadi yang membawa darah kepada lidah.
  • nadi wajah, adalah nadi yang membelok melalui pinggir rahang bawah untuk memberi darah kepada bagian-bagian sebelah depan wajah, yaitu rahang atas dan bawah, bibir atas dan bawah, hidung.
  • nadi rahang atas, adalah nadi yang mengalirkan darah ke bagian-bagian dalam wajah.
  • nadi pelipis dangkal dan nadi belakang kepala, adalah nadi yang mendarahi dinding tengkorak.

D. Pengaruh Obat terhadap Tekanan Darah

Suatu obat dapat memiliki efek samping dapat menaikkan tekaan darah atau menurunkan tekanan darah.

Obat yang dapat meningkatkan tekanan darah adalah obat sympathomimetic, yaitu obat yang menyebabkan jantung berdetak kencang dimana akan menciutkan pembuluh darah sehingga tekanan darah meningkat. Beberapa obat ini bekerja dengan cara langsung, yaitu mereka berinteraksi secara langsung dengan dan mengaktifkan adrenoreseptor. Beberapa obat lain bekerja secara tidak langsung. Kerja mereka tergantung pada rilis katekolamine endogen. Simpatomimetik disebut juga sebagai adrenergik/agonis adrenergik yang memulai respon pada tempat reseptor adrenergik. Reseptor adrenergik, yaitu alpa, beta 1, dan beta 2. Alpa 1 dapat meningkatkan tekanan darah karena memiliki efek adrenergik seperti meningkatkan kontraksi jantung, meningkatkan pembuluh darah (vasokontriksi), dilatasi pupil mata (midriasis), dan mengurangi sekresi kelenjar saliva. Contoh obat simpatomimetik adalah :

–          Epinefrin                                                   – amfetamin

–          Norepinefrin                                              – metoksamin

–          Isoproterenol                                             – fenilefrin

–          Dopamin                                                   – efedrin

Obat yang dapat menurunkan tekanan darah adalah obat simpatolitik. Obat antihipertensi bekerja pada satu atau lebih empat tempat kontrol anatomis, dan efek tersebut mempengaruhi mekanisme normal regulasi tekanan darah. Obat antihipertensi diklasifikasikan menjadi 4 kategori, yaitu :

1.    Diuretik
Efek nyang ditimbulkan adalah peningkatan ekskresi natrium, klorida dan air sehingga mengurangi volume plasma dan cairan ekstrasel. Vasodilatasi perifer yang terjadi disebabkan adanya penyesuaian pembuluh darah perifer terhadap pengurangan volume plasma terus menerus. Selain itu, dapat pula terjadi pengurangan kekakuan dinding pembuluh darah dan bertambahnya daya lentur (compliance) vaskulor.

2.    Penghambat Adrenergik

  • Penghambat adrenoreseptor β (β-bloker).

Mekanisme β-adrenergik sebagai anti hipertensi masih belum jelas. Diperkirakan ada beberapa cara, yakni (1) pengurangan denyut jantung dan kontraktilitas miokard menyebabkan curah jantung berkurang. Reflek baroreseptor serta hambatan β2 vaskular menyebabkan resistensi perifer pada awalnya meningkat; (2) hambatan pelepasan NE melalui hambatan reseptor β2 prasinaps; (3) hambatan sekresi renin melalui hambatan rereptor β1 di ginjal; dan (4) efek sentral. Penurunan TD oleh β-bloker yang diberikan per oral berlangsung lambat. Efek tampak dalam 24 jam sampai 1 minggu. Pemberian pada orang normal tidak akan menyebabkan hipotensi.

  • Penghambat adrenoreseptor α (α-bloker)

α-bloker yang selektif memblok adrenoreseptor α1 dapat untuk pengobatan antihipertensi. Alfa-bloker yang non-selektif juga menghambat adrenoseptor α-2 diujung saraf adrenergik sehingga meningkatkan pelepasan NE. Akibatnya, perangsangan jantung akan berlebihan.

3.    Vasodilator langsung, yang menurunkan tekanan darah dengan merelaksasikan otot polos vaskular sehingga mandilatasi pembuluh darah resistans, dan pada berbagai tingkat dapat meningkatkan kapasitans pula.

4.    Obat yang menyakat produksi atau efek angiotensin, sehingga menyebabkan penurunan tekanan vaskular perifer dan (secara potensial) juga volume darah.6

 

DAFTAR PUSTAKA

1.      Anonimous. Tekanan Darah.  <http://japan-biofir.com/biofir-news/apakah-tekanan-darah.htm >. (02 Maret 2011)

2.      Anonimous. Tekanan Darah. <http://id.wikipedia.org/wiki/Tekanan_darah>. (02 Maret 2011)

3.      Lindsey. Tekanan Darah.  <http://lindseylaff.blogspot.com/2008/09/tekanan-darah.html>. (02 Maret 2011)

4. Lucas BC. Faktor yang Mempengaruhi Tekanan Darah. <http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090928042552AAF0lS2>. (02 Maret 2011)

5.      Sherwood L. Fisiologi Jantung. Dalam: Ed. Santoso BI. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Jakarta: Penerbit Buku Kedoktern EGC, 2001: 256-61.

6.      Anonimous. Obat Anti Hipertensi. <http://semuadokter.blogspot.com/2010/04/obat-anti-hipertensi.html>

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s