Dental Amalgam

BLISA NOVERTASARI .S

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A. Latar Belakang

Sebagai bahan restorasi gigi, dental amalgam merupakan bahan tambal yang paling banyak dipakai. Dental amalgam merupakan suatu tipe aloi dengan salah satu komponennya adalah mercury (Hg). Walaupun Hg merupakan cairan pada temperatur kamar tetapi dapat dijadikan aloi dengan metal atau aloi lainnya dan menjadi solid. Proses tersebut dinamakan amalgamasi. Dental amalgam merupakan campuran cairan merkuri dengan partikel aloi amalgam yaitu aloi dari silver, tin, copper, zinc, dan dapat juga ditambahkan palladium.

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.Komposisi Dental Amalgam

Dental amalgam dikemas dalam bentuk powder (aloi amalgam) dan liquid merkuri (Hg). Copper, zinc, palladium, platinum, indium, selenium ditambahkan dalam jumlah sedikit. Powder aloi amalgam merupakan campuran dari :

  • Ag (silver)

Perak akan memperbesar strength dan memperkecil flow dan secara umum memperbesar ekspansi dari amalgam. Tetapi juga bahan ini dapat mencegah tarnish dan mengurangi creep.

  • Sn (Tin)

Bahan ini akan mengurangi ekspansi, memperkecil strength dan hardness, mempercepat amalgamasi (juga waktu pengerasan) oleh karena afinitasnya terhadap Hg lebih besar daripada Ag atau Cu. Tetapi bahan ini memperbesar tarnish dan korosi.

 

  • Cu (Copper)

Bahan ini mempunyai efek meningkatkan strength dan hardness tetapi mempunyai kecenderungan untuk menambah ekspansi. Cu dapat memperkecil flow dan menurunkan ketahanan terhadap tarnish.

  • Zn (Zinc)

Zn ini tidak banyak mempengaruhi strength dan flow. Zn dipakai sebagai pembersih amalgam oleh karena bahan ini sebagai deoxidizer dapat bergabung dengan O2 dan kotoran lainnya.

  • Platinum

Mengeraskan alloy dan meningkatkan ketahanan terhadap korosi.

  • Palladium

Mengeraskan dan memutihkan dental amalgam aloi.

 

B. Klasifikasi Dental Amalgam

Berdasarkan jumlah metal alloy:

  • Binary              : silver-tin
  • Tertinary          : silver-tin-copper
  • Quartinary       : silver-tin-copper-indium

Berdasarkan ukuran alloy :

  • Microcut : alloy ukuran kecil
  • Macrocut : alloy ukuran besar

Berdasarkan bentuk partikel alloy :

  • Lathe-cut : bentuk tidak teratur
  • Spherical : bentuk teratur
  • Spheroidal

Berdasarkan kandungan Zink (Zn) :

  • Alloy yang mengandung zink lebih dari 0,01%
  • Alloy bebas zink yang mengandung zink kurang dari 0,01 %

Berdasarkan kandungan tembaga (Cu) :

  • Low Copper Alloy : Alloy bertembaga rendah kurang dari 6 %
  • High Copper Alloy : Alloy bertembaga tinggi lebih dari 6 %

 

C. Pembuatan dan Manipulasi Dental Amalgam

Dipabrik logam-logam ini dicampurkan dengan pemanasan yang sesuai untuk menghomogenisasikannya dan didinginkan sampai temperatur kamar. Dalam hal ini tidak boleh terjadi pengoksidasian dan masuknya kotoran. Diharapkan amalgam powder yang terjadi berupa kristal-kristal berukuran kecil agar nantinya terdapat permukaan yang lebih halus sehingga tidak mudah terjadi tarnish dan korosi.

Pemanipulasian dental amalgam dilakukan dengan jalan mencampurkan Hg dengan aloi amalgam disebut dengan amalgamasi.

Triturasi

Triturasi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :

  1. Secara manual (hand mixing)

Triturasi dilakukan oleh karena adanya suatu selubung tipis oksida pada aloi yang akan menghambat berkontaknya Hg dan aloi. Oksida tersebut dapat dihilangkan dengan jalan mengabrasi permukaan partikel aloi. Hal ini biasanya dilakukan didalam mortar dan mengaduknya dengan pestle. Perbandingan aloi dengan Hg adalah 1:1.

  1. Menggunakan amalgamator (mechanical mixing)

Mechanical amalgamator adalah alat yang digunakan untuk triturasi yang bekerja secara otomatis. Prinsipnya sama dengan mortar dan pestle tetapi dengan menggunakan kapsul.

Kondensasi

            Kondensasi adonan dental amalgam didalam cavitas gigi dilakukan dengan mempergunakan amalgam stopper. Dengan kondensasi diharapkan partikel amalgam tetap rapat satu sama lain dan masuk kesegala arah dalam cavitas. Sehingga terdapat kepadatan dental amalgam. Dengan demikian strength akan bertambah, flow dan pengerutan akan berkurang. Kondensasi juga bertujuan untuk menghilangkan Hg yang berlebihan.

Pengukiran dan Pemolesan

Pengukiran restorasi amalgam sesuai dengan anatomi gigi setelah dental amalgam ditempatkan pada kavitas, biasanya dilakukan dengan menggunakan berbagai alat secara manual seperti burnisher. Pemolesan pada amalgam umumnya dilakukan paling sedikit 24 jam setelah penambalan. Tetapi jika high copper amalgam dengan kekuatan yang tinggi digunakan, pemolesan dapat dilakukan pada kunjungan pertama. Umumnya permukaan amalgam dibentuk kembali dengan menggunakan green stones, finishing bur, atau abrasive disk. Bentuk, permukaan dan tepi amalgam diperiksa agar benar-benar licin dan sama dengan gigi. selanjutnya digunakan bahan poles seperti pumice atau silux pada rubber abrasive points. Tahap akhir untuk mengkilapkan digunakan pasta abrasive yang baik. Pemolesan selalu dilakukan dengan keadaan basah, karena memoles dalam keadaan kering memungkinkan dental amalgam menjadi panas sehingga dapat merusak pulpa.

 

D. Metallurgy Dental Amalgam

Dengan photomicrograph terlihat struktural dental amalgam dimulai dengan suatu inti yang disebut dengan phase γ yang merupakan center dari inti tersebut. Phase ini merupakan komponen pokok yang terdiri dari silvertin alloy yang akan bereaksi dengan Hg. Sewaktu triturasi terjadi 2 phase yaitu  γ1 dan γ2. Kristal γ1 berstruktur body centred cubic dengan formula Ag2H3. Kristal γ2 berstruktur hexagonal space lattice dengan formula Sn7 – 8Hg. Selain daripada itu ada 1 phase lagi dengan bereaksinya γ1 dan γ2 membentuk Ag3Sn yang disebut phase β.

1. Low Copper Alloy

Amalgamasi terjadi ketika cairan merkuri berkontak dengan permukaan partikel logam campur. Selama proses ini mercury menyebar kedalam phase γ partikel alloy dan mulai bereaksi dengan bagian silver dan tin partikel, membentuk berbagai campuran, sebagian besar campuran silver mercury dan tin mercury. Silver mercury compound adalah Ag2H3 dan dikenal dengan phase γ1, dan tin mercury compound adalah Sn7Hg yang dikenal dengan phase γ2.

 

2. High Copper Alloy

Perbedaan antara low dan high copper amalgam tidak hanya pada komposisi coppernya saja tetapi efek kandungan amalgam yang tinggi pada reaksi amalgam. High copper amalgam pada saat ini tidak menghasilkan γ2 karena akan meningkatkan strength, dan mengurangi korosi dan marginal breakdown.

 

Mercury Toxicity

Racun dari mercury merupakan masalah utama karena distribusinya kejaringan yang kaya akan lipid seperti nerves dan lemak, dan keluar secara berlebihan dari tubuh. Uap mercury terlepas dalam hitungan menit selama semua prosedur amalgam dilakukan yang mencakup mixing, setting, polishing, dan pelepasannya. Selain itu uap mercury juga dapat terlepas selama proses mastikasi dan minum minuman yang panas.

 

E. Sifat-sifat Fisis Dental Amalgam

1. Perubahan Dimensi

Amalgam dapat berkontraksi atau berekspansi selama setting tergantung pada komposisi dan manipulasinya. Pada permulaan triturasi terlihat suatu kontraksi disebabkan oleh terjadinya absorbsion Hg oleh bahan filling sebagai hasil dari berkurangnya volume. Manipulasi yang baik akan menghasilkan kontraksi yang terjadi hanya beberapa micron. Pembentukan phase γ1 dan γ2 disertai dengan pengkristalannya dengan pembentukan dendrite dan menghasilkan tekanan kearah luar yang mengakibatkan terjadinya ekspansi. Selama kondensasi terlihat sedikit kontraktion disebabkan oleh terjadinya kepadatan pada amalgam tersebut.

 

2. Strength

Compressive strength yang baik untuk amalgam paling kecil adalah 3200 kg/cm2. Hal ini perlu agar amalgam tersebut dapat menahal dan melawan daya kunyah. 25% kerusakan amalgam disebabkan karena patah ditepi-tepinya dan hal ini menyebabkan terjadinya kerusakan lebih lanjut. Faktor-faktor yang mempengaruhi strength adalah :

  1. Triturasi

Triturasi yang cepat akan menghasilkan strength yang lebih kecil dan dalam batas-batas tertentu makin lama triturasi makin kuat amalgam yang terjadi.

  1. Jumlah mercury

Mercury yang berlebihan pada restorasi amalgam akan mengurangi strength. Campuran yang kasar dengan permukaan yang berlubang-lubang akan memudahkan terjadinya korosi.

  1. Kondensasi

Tekanan selama kondensasi yang besar akan memperbesar strength.

 

F. Keuntungan dan Kerugian Restorasi Dental Amalgam

Keuntungan

  1. Sangat mudah dipasangkan
  2. Tekniknya tidak terlalu sensitif
  3. Mempertahankan anatomi gigi sangat baik
  4. Cukup resistant terhadap fraktur
  5. Mencegah kebocoran tepi
  6. Mempunyai service life yang sangat panjang
  7. Lebih murah daripada bahan restorasi gigi posterior lainnya.

Kerugian

  1. Warnanya tidak sesuai dengan struktur gigi
  2. Lebih brittle dan dapat fraktur jika penempatannya salah
  3. Merupakan pokok korosi dan galvanic action
  4. Cepat menunjukkan kerusakan tepi
  5. Tidak berikatan dengan struktur gigi
  6. Resiko mercury toxicity

 

DAFTAR PUSTAKA

 

  1. Syafiar L, Rusfian, Sumadhi S, Yudhit A, Harahap KI, Adiana ID. Bahan Ajar Ilmu Material dan Teknologi Kedokteran gigi. 1st ed, Medan. USU Press, 2011: 191-201.

 

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s