Bahaya Radiasi

BLISA NOVERTASARI .S

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2010

BAB I

PENDAHULUAN

 

A. Latar Belakang

Secara kita sadari atau tidak, terdapat banyak sekali radiasi disekitar kita. Yang perlu diketahui selanjutnya adalah sejauh mana radiasi tersebut dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan kita. Radiasi dalam istilah fisika, pada dasarnya adalah suatu cara perambatan energi dari sumber energi ke lingkungannya tanpa membutuhkan medium. Beberapa contohnya adalah perambatan panas, perambatan cahaya, dan perambatan gelombang radio. Selain radiasi, energi dapat juga dipindahkan dengan cara konduksi, kohesi, dan konveksi. Dalam istilah sehari-hari radiasi selalu diaso-siasikan sebagai radioaktif, yaitu sumber radiasi pengion. Secara garis besar ada dua jenis radiasi yakni radiasi pengion dan radiasi bukan pengion. Radiasi pengion adalah radiasi yang dapat menyebabkan proses terlepasnya electron dari atom sehingga terbentuk pasangan ion. Karena sifatnya yang dapat mengionisasi bahan termasuk tubuh kita maka radiasi pengion perlu diwaspadai adanya utamanya mengenai sumber-sumbernya, jenis-jenis, sifat-nya, akibatnya, dan bagaimana cara menghindarinya.1

BAB II

PEMBAHASAN

 

A. Radiasi

Radiasi dapat didefinisikan suatu proses dimana energi dilepaskan oleh atom-atom. Radiasi selalu menjadi faktor penting di dalam lingkungan makhluk hidup, seperti penggunaan reaktor inti dan kemajuan dalam bidang radiologi. Sumber-sumber radiasi alam seperti sinar kosmik, aktivitas angkasa, dan pengaruh radioisotop. Kita secara rutin terpapar sejumlah radiasi.2

Ionisasi ialah pembentukan sepasang ion-ion positif dan ion negatif. Pada proses ionisasi dalam jaringan tubuh terjadi kelainan atau kerusakan pada sel-sel dan jaringan yang dinamakan efek biologi. Ionisasi diudara dipakai sebagai dasar sistem pengukuran dosis radiasi. Suatu radiasi yang bisa menghasilkan pasangan ion di dalam suatu bahan medium dinaakan radiasi ionisasi. Sedangkan radiasi yang tidak bisa menghasilkan ion di dalam suatu medium dinamakan radiasi non ionisasi.2

 

B. Efek Radiasi Mengion Terhadap Sistem Biologic

            Radioterapi dengan sinar x, sinar gamma atau partikel isotop radioaktif pada hakekatnya tergantung daripada energi yang diabsorbsi baik secara efek fotoelektris maupun efek kompton yang menimbulkan ionisasi pada jaringan. Dan sebagai akibat ionisasi ini terjadi kelainan atau kerusakan pada jaringan. Radiasi ionisasi dapat menyebabkan karsinogenik dan kelainan genetik. Efek radiasi ionisasi pada tingkat seluler memiliki dua pengaruh terhadap sel-sel, yaitu mengakibatkan terganggunya reproduksi sel baru dan cara mutasi, serta menyebabkan kematian sel.2

Radiasi berpengaruh pada jaringan hidup, pada taraf molekuler dan subselluler. Maka pengaruh yang secara prmer terjadi adalah pada taraf isi sel atau bagian-bagian sel dan pada lingkungannya yang terdiri dari cairan yang mengandung oksigen. Maka pemaparan radiasi mengion dapat menghasilkan perubahan-perubahan dalam sistem molekuler sel yang terorganisasi atau merusak bagian-bagian sel tertentu yang berakibat akhir perubahan fungsi dari sel atau bahkan kematian. Ada 3 faktor dasar yang menentukan efek biologis ini:

  1. Sifat radiasi
  2. Banyaknya radiasi yang terserap oleh jaringan (dosis serap)
  3. Bagian dari tubuh yang dikenai.2

Bagian sel yang sangat peka terhadap radiasi adalah kromosom dan gen, yaitu bagian-bagian yang menjadi pusat sifat turun-temurun. Kromosom oleh radiasi dapat putus dan gen dapat terurai sehingga akibat dari kerusakan-kerusakan itu sel yang mengandungnya dapat berubah sifatnya atau mati. Perubahan sifat tersebut bersifat tetap dan hasil pembelahannya akan berupa sel-sel baru yang tidak serupa dengan sifat sel induk yang semula, ini disebut mutasi.2

Patogenese efek radiasi rontgen terhadap terjadinya neoplasma pada darah operator radiologi pada kasus adalah Radiasi rontgen menggunakan kemampuan sinar x yang apabila terlalu sering terpapar dan tidak berhati-hati, maka akan menyebabkan kerusakan sel dan jaringan. Radiasi tersebut akan mengganggu kemampuan sel untuk membelah diri dan bereproduksi. Beberapa sel akan membelah diri secara cepat, termasuk sel pembentuk darah di sumsum tulang belakang yang rentan terhadap radiasi. Pada kasus, sel darah putih dari operator radiologi tersebut yang membelah diri secara abnormal dan apoptosis sel yang terganggu sehingga terjadi leukemia.

Efek radiasi yang merusak jaringan tubuh diklasifikasikan atas 3 kategori, yaitu:

1)      Efek Somatik Deterministik

Berkaitan dengan paparan radiasi dosis tinggi yang kemunculan efeknya dapat langsung dirasakan oleh orang yang terkena paparan radiasi.

2)      Efek Somatik Stokastik

Berkaitan dengan paparan radiasi yang rendah yang dapat muncul pada tubuh manusia dalam bentuk kanker (pada jaringan somatik). Kemunculan efek somatik stokastik berlangsung lama setelah penyinaran.

3)      Efek Genetik Stokastik

Berkaitan dengan cacat pada keturunan (kerusakan genetik/kongenital). Efek ini menimbulkan mutasi dari perubahan gen/kromosom, terjadi perubahan pada sistem reproduksi yang merusak DNA sperma atau sel telur sehingga dapat menyebabkan cacat kongenital.2

 

C. Leukemia

            Leukemia atau yang lebih sering dikenal dengan kanker darah merupakan penyakit dalam klasifikasi neoplasma pada darah atau sumsum tulang yang ditandai oleh perbanyakan secara tak normal atau transformasi maligna dari sel-sel pembentuk darah di sumsum tulang dan jaringan limfoid, umumnya terjadi pada leukosit (sel darah putih). Sel-sel normal di dalam sumsum tulang digantikan oleh sel tak normal atau abnormal. Sel abnormal ini keluar dari sumsum dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Sel leukemia memengaruhi hematopoiesis atau proses pembentukan sel darah normal dan imunitas tubuh penderita. Kata leukemia berarti darah putih, karena pada penderita ditemukan banyak sel darah putih sebelum diberi terapi. Sel darah putih yang tampak banyak merupakan sel yang muda, misalnya promielosit. Jumlah yang semakin meninggi ini dapat mengganggu fungsi normal dari sel lainnya.3

 

D. Patogenesis Leukemia

Leukemia akut dan kronis merupakan suatu bentuk keganasan atau maligna yang muncul dari perbanyakan klonal sel-sel pembentuk sel darah yang tidak terkontrol. Mekanisme kontrol seluler normal mungkin tidak bekerja dengan baik akibat adanya perubahan pada kode genetik yang seharusnya bertanggung jawab atas pengaturan pertubuhan sel dan diferensiasi. Sel-sel leukemia menjalani waktu daur ulang yang lebih lambat dibandingkan sel normal. Proses pematangan atau maturasi berjalan tidak lengkap dan lanbar dan bertahan hidup lebih lama dibandingkan sel sejenis yang normal.

  • Para pegawai radiologi lebih sering menderita leukemia
  • Penderita dengan radioterapi lebih sering menderita leukemia
  • Leukemia ditemukan pada korban hidup kejadian bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Jepang.3

E. Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan penunjang untuk mendukung menegakkan diagnosa tersebut adalah:

  1. Pemeriksaan aspirasi biopsi Bone Marrow

Merupakan alat diagnostik jaringan dengan cara memeriksa sejumlah sel dari ekstrak bone marrow yang diambil dengan menggunakan jarum dan tabung suntik (invasion diagnostic).

ž  Lokasi pengambilan sumsum tulang dapat berupa:

  1. Spina illiaca posterior superior (SIPS)
  2. Krista illiaca
  3. Spina illiaca anterior superior (SIAS)
  4. Sternum di antara iga ke-2 dan ke-3 mid sternal atau sedikit di kanannya.
  5. Spina dorsalis/prosesus spinosus vertebra lumbalis.

ž  Aspirasi biopsi sumsum tulang dapat dilakukan dengan:

  1. Pasien diminta untuk buang air besar/kecil sebelum tindakan dimulai.
  2. Posisikan pasien pada posisi tengkurap.
  3. Cuci tangan.
  4. Gunakan sarung tangan steril.
  5. Aseptik dan antiseptik pada daerah sekitar lokasi, yaitu krista illiaca superior dan posterior.
  6. Lakukan setiap tindakan dengan steril.
  7. Pasang handuk bolong.
  8. Anestesi dengan lidokain 2% pada krista illiaca posterior 3-6 cc sampai mencapai periostenum.

 

  1. Pemeriksaan Hapusan Darah

Evaluasi darah atau disebut juga sebagai pemeriksaan gambaran darah tepi dapat dilakukan di counting areal setelah melakukan pemeriksaan hitung jenis leukosit, mula-mula dengan pembesaran 100 x kemudian dengan pembesaran 1000 x dengan minyak emersi selanjutnya dilihat masing-masing morfologi selnya. Pemeriksaan hapusan darah terdiri atas :

  • Pemeriksaan dengan pembesaran kecil (objektif 10x)
  1. Penilaian kwalitet hapusan darah dan penyebaran sel-sel dalam hapusan.
  • Lapisan darah harus cukup tipis sehingga eryhtrosit dan leukosit jelas terpisah satu dengan lainnya.
  • Hapusan tidak boleh mengandung cat
  • Eryhtrosit, leukosit dan thrombosit harus tercat dengan baik.
  • Leukosit tidak boleh menggerombol pada akhir (ujung) hapusan.
  1. Penafsiran jumlah leukosit dan eryhtrosit, penaksiran penghitungan differential leukosit dan pemeriksaan apakah sel-sel ada yang abnormal.
    Dilakukan pada daerah area penghitungan dari bagian hapusan tempat eryhtrosit terletak berdampingan, tidak tertumpuk. Bila didapatkan 20-30 leukosit perlapang pandang kira-kira sesuai dengan junlah leukosit 5.000 dan 40-50 perlapang pandang sesuai dengan leukosit 10.000.4

Untuk hapusan, darah vena diambil dengan cara punksi, yaitu:

  1. Siapkan peralatan punksi dengan jarum yang sesuai.
  2. Daerah punksi dibersihkan dengan alkohol 70%, bendung lengan atas dengan karet atau alat pengukur tensi. Lengan dalam posisi hiperekstensi dan lengan dikepal.
  3. Jarum membuat sudut 30-45 derajat dengan kulit. Kemudian lakukan punksi di bawah cahaya terang. Setelah jarum menembus kulit, barulah jarum diarahkan ke vena.
  4. Penghisapan dilakukan perlahan-lahan. Lepaskan bendungan sebelum jarum ditarik keluar.
  5. Letakkan kapas kering di atas tempat punksi sambil menekan beberapa menit.5

 

  1. Penghitungan Jumlah Leukosit

Pemeriksaan ini digunakan untuk mengetahui persentase jumlah leukosit dalam darah. Pada pemeriksaan ini menggunakan reagensia larutan TURK dan juga menggunakan kamar hitung untuk kemudian diamati dibawah mikroskop.

 

F. Jenis Sinar untuk Diagnostik

Jenis Sinar yang digunakan untuk menunjang diagnostik adalah :

  1. Sinar X

Merupakan sinar yang bergerak dalam garis lurus, tidak dipengaruhi oleh magnetik, dan mempunyai daya tembus yang semakin kuat apabila tegangan listrik yang digunakan semakin tinggi. Sinar x sering sekali dipakai dibidang kedokteran, karena sifatnya yang khas, yang amat cocok untuk penggunaan di dalam dunia kedokteran, disamping itu sinar x itu sendiri relatif jauh lebih sederhana jika dibandingkan dengan radiasi lainnya. Oleh kemajuan teknologi suatu peralatn yang lebih modern, efisiensi dan sederhaa dari alat sinar x ini terus dikembangkan.2

Sifat penyerapan medium terhadap radiasi sinar x, yaitu       Sinar X termasuk contoh dari radiasi ionisasi tidak langsung, yaitu merupakan partikel atom yang tidak bermuatan listrik atau gelombang elektromagnetis yang tidak bisa langsung memberikan ionisasi kepada medium di mana ia lewat. Namun, mempunyai potensi memberikan dorongan untuk terjadinya pelepasan elektron. Sinar X dalam radiografi diserap oleh bahan dan zat yang sesuai dengan berat atom atau kepadatan bahan atau zat tersebut. Makin tinggi kepadatannya atau berat atomnya, maka makin besar penyerapannya.2

  1. Sinar Gamma

Merupakan sinar dengan daya tembus tinggi bahkan bisa tembus ke luar jaringan. Dapat menggunakan kamera gamma untuk mendeteksi letak sinar gamma yang berkumpul dalam tulang.2

  1. Sinar Beta dan Positron

Sering digunakan untuk diagnostik, namun lebih terbatas sifatnya.2

 

G. Peraturan Perundang-Undangan Keselamatan Kerja Radiasi untuk Dokter, Pasien, Operator, dan Lingkungan

ž  Peraturan ini diatur oleh PP 63/2000 dan PP 37/2007, yaitu:

Keselamatan dan kesehatan terhadap pemanfaatan radiasi pengion adalah upaya yang dilakukan untuk menciptakan kondisi yang sedemikian agar efek radiasi pengion terhadap manusia dan lingkungan hidup tidak melampaui nilai batas yang ditetapkan.2

Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang keselamatan radiasi terhadap pekerja, masyarakat dan lingkungan hidup, keamanan sumber radioaktif dan inspeksi dalam pemanfaatan  tenaga nuklir.2

 

BAB III

PENUTUP

 

A. Kesimpulan dan Saran

Radiasi merupakan suatu proses dimana energi dilepaskan oleh atom-atom. Radiasi dapat menimbulkan efek mengion terhadap sistem biologik, yaitu radiasi yang berlebihan dapat mengakibatkan terganggunya reproduksi sel baru dan cara mutasi, serta menyebabkan kematian sel. Bagian sel yang sangat peka terhadap radiasi adalah kromosom dan gen. Tidak hanya itu, sel pembentuk darah di sumsum tulang belakang juga rentan terhadap radiasi, sehingga tidak jarang para operator radiologi yang tidak menjaga keselamatan kerja menderita penyakit leukemia. Pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosa kasus leukemia adalah aspirasi biopsi bone marrow, pemeriksaan hapusan darah, dan penghitungan jumlah leukosit. Jenis sinar yang biasa digunakan untuk dagnostik adalah sinar X, sinar gamma, infra merah, sinar beta dan positron.

Sebagai operator radiologi yang sering terpapar dengan radiasi harus selalu berhati-hati dan menjaga keselamatan kerja agar tidak mendapatkan efek negatif dari radiasi tersebut yang sangat merugikan dan berdampak negatif bagi tubuh. Penanggungjawab instalasi radiologi tersebut sebaiknya selalu memantau agar tidak ada kelalaian para operator dengan berdasarkan pada PP 63/2000 dan PP 37/2007 yang berisi tentang keselamatan dan kesehatan terhadap pemanfaatan radiasi pengion.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

  1. Kamagi IF. Radioaktif. <http://ingebinzoez.wordpress.com/radioaktif/>. (15 September 2011)
  2. Slide dan materi kuliah Radiasi (Fisika), Dasar-dasar Radiologi.
  3. Anonymous. Leukemia. <http://id.wikipedia.org/wiki/Leukemia>. (15 September 2011)
  4. Musyaffalab R. Evaluasi Hapusan Darah. <http://ripanimusyaffalab.blogspot.com/ 2010/02/evaluasi-hapusan-darah.html>. (15 September 2011)
  5. Buku Panduan Praktikum Patologi Klinik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s